https://betwin188.online/

Efek Samping Terlalu Sering Memegang Handphone Yang Harus Kamu Ketahui

Zaman sekarang, hampir semua orang akan lebih gelagapan saat dirinya nggak membawa smartphone ketimbang dompetnya yang terlupa. Smartphone seakan menjadi mesin canggih yang kini nggak bisa dipisahkan dari tubuh. Segala fitur yang dimiliki, kesenangan saat nge-game, termasuk aktivitas di dalam medsos mampu mengisi kekosongan waktu bahkan menjadi kebutuhan sehari-hari yang gemas rasanya kalau nggak dijalani. Belum lagi segala kemudahan yang ditawarkan untuk berkomunikasi. Inilah yang membuat orang-orang merasa hampa saat nggak mengutak-atik smartphone-nya barang sebentar.
Lalu, apakah sehat saat berlama-lama memandang layar atau pun terlalu asyik memainkan jari-jari di tombol smartphone? Rupanya beberapa efek negatif berupa cedera yang bisa permanen ini yang bakal menghantui. Mau tahu kelainannya kayak apa aja? Yuk cek ulasan betwin188 kali ini!

1. Banyak bercakap-cakap di pesan singkat kadang memang bikin lupa diri, sampai-sampai nggak sadar kalau dirinya mengalami ‘smartphone pinky’
Smartphone pinky merupakan istilah yang dipakai untuk menyebutkan cedera jari yang bengkok, terutama jari kelingking. Lekukan antar sendi pada jari kelingking yang membengkok ke dalam serta letaknya yang terpisah jauh dari jari lainnya disebabkan karena terlalu berat menopang beban smartphone. Dijelaskan oleh Dave Parsons dari dari Curtin University School of Occuptional Therapy dalam The Syney Morning Herald, kondisi ini umumnya terjadi pada mereka yang menggunakan smartphone selama minimal 6 jam sehari yang akhirnya memengaruhi jaringan lunak pada jari tangan dan akhirnya mengubah bentuknya.

2. Sering menunduk saat memainkan smartphone akan memicu cedera yang dinamakan ‘tech-neck’
Tahukah kamu bahwa kepala kita itu beratnya sekitar 5 kg? Dilaporkan dalam Health Detik, berat kepala akan meningkat jadi 4 kali lipat saat menunduk, dalam hal ini, leherlah yang jadi korbannya. Kondisi yang dinamakan tech-neck oleh ahli medis inilah yang kerap terjadi saat seseorang terlalu lama menunduk untuk melihat smartphone. Awalnya, penderita akan mengalami pegal dan kaku di bagian leher dan bahu, lama kelamaan terasa berat hingga sakit kepala, kesemutan dan mati rasa.

3. Ada juga ‘text claw’ yang adalah cedera otot pada jari saat terlalu lama memencet atau memainkan smartphone
Text claw memang bukan diagnosis medis, namun cedera ini banyak dialami oleh mereka yang terlalu banyak mengetik di smartphone, terlebih kalau mencengkeramnya terlalu keras. Cedera ini ditandai dengan rasa nyeri dan kram pada jari-jari, termasuk pergelangan tangan dan lengan bawah. Dr Aaron Daluiski, Kepala Layanan Hand and Upper Extremity di New York Presbiterian Hospital melalui Medical Daily, menyatakan bahwa nggak ada diagnosis spesifik yang muncul dari text claw akibat intensitas penggunaan smartphone. Bahkan cedera ini bisa diderita saat menggunakan jari-jari terlalu berlebihan untuk aktivitas lainnya juga.

4. Kalau cuma nyeri mungkin masih nggak apa-apa, tapi kalau jari sampai terkunci pada posisi menekuk alias ‘trigger finger’, gimana coba?
Gejala yang paling jelas dari trigger finger ini adalah bunyi klik saat jari yang sakit ditekuk atau diluruskan yang dibarengi dengan rasa sakit yang membatasi pergerakan. Penderitanya akan mengalami kondisi di mana jarinya terkunci pada posisi tertentu, seperti lurus atau menekuk. Gejala lanjutannya bisa berupa kekakuan otot yang menjadi parah pada pagi hari dan bejolan pada pangkal jari yang sakit. Dalam kasus yang parah, pengobatannya harus melalui suntik steroid hingga pembedahan untuk membetulkan tendon yang bergeser, seperti yang dilasir dari docdoc.

5. Orang yang benar-benar kecanduan smartphone bahkan bisa berkirim pesan secara nggak sadar saat tidur.
Terlalu asyik memainkan smartphone, terutama sebelum tidur bisa mengakibatkan kelainan yang namanya ‘sleep-texting’. Menurut hasil penelitian Elizabeth Dowdell, profesor bidang keperawatan di Villanova University bersama timnya, ditemukan bahwa selama ini otak responden merekam kebiasaan yang sering mereka lakukan, sehingga jika ada bunyi-bunyian dari smartphone secara langsung mereka akan menjawabnya meski sedang dalam keadaan setengah sadar atau tertidur, seperti dilansir dari Kompas. Umumnya, sleep-texting terjadi saat sedang tertidur, atau 1 sampai 2,5 jam sebelum menuju tidur.

Kelihatannya sih sepele, tapi kelainan-kelainan ini bisa jadi permanen kalau diterus-terusin dan nggak segera diatasi. Makanya jangan bandel, jangan sampai jadi budaknya smartphone. Kalau memang harus menggenggamnya, gunakan dengan cara yang benar dan intensitas yang sewajarnya saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *